My Worlds

kamu di mana cinta?
Hai cinta,
Lama sudah aku tidak melihatmu. Yah, itulah dirimu datang dan pergi begitu saja, sesukamu. Kau hadir pada satu sosok dan berpindah ke sosok yang lain…begitu membingungkanku. Siapa sebenarnya dirimu? Begitu sulitnya aku menemukanmu. Atau kau sebenarnya tidak pernah hadir pada satu sosokpun yang kukenal selama ini? Hem, aku jadi berpikir kalau memang begitu yang sebenarnya.
Pernah aku tidak percaya bahwa cinta itu memang tidak memerlukan syarat. Cinta mengalir begitu saja tanpa asal, datang begitu saja tanpa sebab. Tapi apakah mungkin? Karena kadang aku harus mencarimu pada satu sosok tertentu. Dan memang sampai saat ini aku tidak pernah menemukanmu. Kau dimana?
Terbesit keinginan untuk membelimu kalau memang bisa dibeli, atau berpuisi sekedar menarik perhatianmu untuk kelar menemuiku, atau aku musti berpenampilan menawan. Ya, tentu saja kalau demikian keharusan yang harus aku lakukan maka saat ini pula aku putuskan untuk tidak lagi mencarimu. Karena memang aku tidak memiliki kesemuanya itu.
Kadang aku pun berkeinginan untuk dicintai sama seperti aku mencintai seseorang yang dengan keyakinanku dirimu ada di sana. Tapi selalu salah…
Engkau dimana cinta? Datanglah walau hanya sekali saja, tunjukkan dirimu sebelum akhirnya aku harus mencarimu lagi.
PANSUS DPR
Wah, lagi marak-maraknya ngomongin Bank Century (baca: Bang Senturi, bukan Bang Somad). Jadi ngerti deh kalau ada Pansus di DPR. Sebagai orang awam tentu saya sangat menyambut gembira niat baik Dewan Perwakilan Kita ( baca: Dewan Perwakilan Rakyat) yang telah bekerja Extra untuk menguak (katanya) Skandal Bank Century.
Apa PANSUS ini? Saya tidak mengerti, karena saya memang bukan Anggota DPR dan pengetahuan saya soal POLITIK dan Ketata Negaraan NOL BESAR. Yang saya tahu bagaimana caranya supaya besok pagi Dapur saya bisa ngebul, supaya seharian mencari uang ada tenaga.
Tapi boleh dong kalau saya sekedar menuliskan apa yang ada di benak saya terkait hal ini?
Pansus, apa itu?
Panitia khusus dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat sementara.
DPR menetapkan susunan dan keanggotaan panitia khusus berdasarkan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.
Jumlah anggota panitia khusus ditetapkan oleh rapat paripurna paling banyak 30 (tiga puluh) orang.
Pimpinan panitia khusus merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.
Pimpinan panitia khusus terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota panitia khusus berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan jumlah panitia khusus yang ada serta keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.
Fraksi yang mendapatkan komposisi pimpinan panitia khusus mengajukan satu nama calon pimpinan panitia khusus kepada pimpinan DPR untuk dipilih dalam rapat panitia khusus.
Pemilihan pimpinan panitia khusus dilakukan dalam rapat panitia khusus yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan panitia khusus.
Panitia khusus bertugas melaksanakan tugas tertentu dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna dan dapat diperpanjang oleh Badan Musyawarah apabila panitia khusus belum dapat menyelesaikan tugasnya.
Panitia khusus dibubarkan oleh DPR setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai.
Sumber: DPR
Ajib….
Apakah sudah jelas?
Kalau saya belum. Kenapa harus ada PANSUS? Masalah apa saja yang bisa mengakibatkan adanya PANSUS? tentu saja hanya anggota DPR lah yang tahu. Dan yang masih sangat mengganjal dalam benak kita adalah berapa Anggaran yang dikeluarkan untuk PANSUS ini? Padahal kalau kita mau lihat ada beberapa KOMISI di DPR yang kaitannya erat dengan masalah Century ini. Coba lihat KOMISI III, VI dan XI dan alat kelengkapan DPR yang lain BAKN ( Badan Akuntabilitas Keuangan Negara) contohnya. Kalau dilihat secara tugas BAKN :
- Melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR;
- Menyampaikan hasil penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi;
- Menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi; dan
- Memberikan masukan kepada BPK dalam hal rencana kerja pemeriksaan tahunan, hambatan pemeriksaan, serta penyajian dan kualitas laporan.
think…!
semakin tersisih atau justru terlihat?
Miskin, jelek, gemuk, kurus…apa lagi? yang kebanyakan tak disukai orang. Adalah hal yang tidak akan bisa hilang dari muka bumi ini. Karena di dunia hanya ada 2 sifat dari seiap perkara. Seseorang dikatakan cantik ataupun tampan karena ada perbandingan dengan si jelek. Seseorang dikatakan Kaya karena telah dibandingkan dengan seseorang yang miskin, dan seterusnya. Kita termasuk yang mana? Sebagai pembanding atau yang membandingkan?
Pernahkah kita malu atau minder saat kita bersama orang yang lebih kaya? sehingga secara tidak langsung kita adalah si miskin… atau bersama si cantik atau si tampan? berarti kita si jelek?
Setahu saya orang yang membandingkan (disamping ada pembanding) tidak pernah merasa minder. Yang selalu minder adalah pembandingnya. Itu terjadi karena selalu mendapat pembanding yang dibawahnya, sehingga dia berkata: “aku tampan, aku antik, aku kaya, aku pandai, dll”.
Atau begini saja, kita terus mencari pembanding untuk kita yang jauh berada di bawah kita, sehingga kita pun bisa berkata: “aku kaya, aku cantik, aku pandai”..atau yang lainnya.
Saudaraku, disadari atau tidak, maka sadarlah karena setiap apa yang ada di dunia adalah ciptaan Tuhan. Tidak sepantasnya membanding bandingkan dengan sesama sekedar untuk memperjelas siapa AKU, kita. Biarlah yang menciptakan yang menilai, seperti apa kita ini.
detikcom : Napi Kelas Kakap Beraksi via Facebook
title : Napi Kelas Kakap Beraksi via Facebook
summary : Mendekam di penjara bukan berarti menghentikan sepak terjang seorang narapidana untuk berbuat kejahatan. Melalui Facebook, narapidana kelas kakap itu mengatur aksi kejahatan. (read more)




