Sementara itu…


Mourinho ‘Sentil’ Wasit Italia

Pelatih Inter Milan Jose Mourinho belum berhenti “mengacungkan kapak perang” terhadap wasit di Seri A. Pasca laga Liga Champions, Mourinho masih sempat menyentil wasit di Italia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Mourinho menilai timnya banyak dirugikan wasit di Seri A. Selain sering tak diberi penalti, para pemain Inter juga cukup sering mendapatkan kartu merah.

Kekesalan arsitek asal Portugal itu memuncak akhir pekan kemarin. Usai ditahan Sampdoria, Mourinho menolak menghadiri jumpa pers. Tindakan ini membuat eks pelatih Chelsea tersebut dikenai sanksi larangan mendampingi Javier Zanetti dkk dalam tiga laga.

Mourinho bisa jadi masih jengkel dengan hukuman itu. Pasca laga Liga Champions melawan Chelsea, Kamis (25/2/2010) dinihari WIB, pelatih berusia 47 tahun itu menyindir korps pengadil Italia.

“Bagi pelatih sungguh sulit untuk berkomunikasi dengan pemain di lapangan dalam laga ini, khususnya karena stadion sangat penuh dan ramai. Saya mengalami kesulitan agar suara saya bisa didengar,” ujar Mourinho seperti dikutip dari Football-Italia.

“Saya berterimakasih kepada offisial keempat yang mengerti bahwa saya hanya berusaha untuk memberikan instruksi dan mengizinkan saya keluar dari area dan tak memberikan saya kartu merah,” tambahnya.

Bersamaan dengan laga Inter kontra Chelsea, juga digelar partai Seri A antara Fiorentina kontra AC Milan. Dalam laga ini I Viola juga melakukan mogok bicara akibat merasa dirugikan wasit.

“Syukurlah saya saat ini sedang ada di Liga Champions dan saya tidak bisa berkomentar tentang apa yang terjadi di Seri A, meski saya dapat kabar bahwa apa yang terjadi di Bari kembali terulang di Firenze. Bila saya berkomentar, maka saya bisa mendapat tambahan sanksi tiga atau empat laga lagi,” tuntasnya.

Pemilik Fiorentina Sebut Wasit Lakukan Skandal

Pemilik Fiorentina Andrea Della Valle sangat geram atas kepemimpinan wasit ketika timnya dikalahkan AC Milan. Della Valle menyebut apa yang dilakukan wasit merupakan skandal.

Fiorentina dikalahkan Milan dalam laga yang digelar Kamis (25/2/2010) dinihari WIB. Kubu I Viola keberatan dengan kepemimpinan wasit Roberto Rosetti, selanjutnya melakukan mogok bicara.

Kurang dari 24 jam setelah laga itu, muncul suara dari kubu Fiorentina yang diungkapkan oleh Della Valle.

“Apa yang saya lihat kemarin merupakan skandal. Semula saya yakin bahwa di Munich saya sudah melihat semuanya (tentang kepemimpinan wasit yang buruk). Namun ternyata belum,” ujar Della Valle seperti dilansir dari Football-Italia. Sang owner merujuk pada gol kontroversial Bayern Munich ke gawang pasukan Artemio Franchi di Liga Champions tengah pekan yang lalu.

“Saya tak meminta jawaban. Tapi saya tak habis pikir mengapa Rosetti ditugaskan untuk laga seperti ini, mengingat bahwa sebelumnya dia pernah merugikan kami.”

Meski geram, Della Vale menegaskan bahwa tidak akan ada tindakan-tindakan negatif yang bakal dilakukan Fiorentina atau pun tifosinya.

“Yang jelas seluruh kota ini marah. Meski begitu kami bisa mengontrol emosi dan menunjukkan diri sebagai warga negara yang baik,” lanjutnya.

“Saya ingin tahu apa salah kami. Saya hanya ingin semua ingat bahwa Fiorentina tidak pernah meletakkan kakinya di leher siapa pun,” tuntasnya.

Liga Italia Pekan Ini

Melanjutkan Pemangkasan Jarak

Di tiga pekan terakhir lebarnya jarak antara Inter Milan dengan tim-tim di bawahnya, khususnya AC Milan dan AS Roma menyurut. Akhir pekan ini akan menjadi ajang apakah proses pemangkasan selisih poin akan berlanjut.

Inter yang tampil begitu mantap sejak awal musim sedang berada dalam situasi yang sulit. Mereka gagal mendulang angka penuh di tiga laga beruntun yakni ditahan Parma (1-1), Napoli (0-0), dan Sampdoria (0-0).

Nerazzurri memang memiliki bekal yang manis dari kemenangan 2-1 melawan Chelsea di ajang Liga Champions pada Kamis (25/2/2010) dinihari WIB. Tapi situasinya bisa berbeda ketika melawat ke Udinese karena Inter tidak akan ditemani oleh pelatih Jose Mourinho yang mendapat sanksi larangan menemani anak asuhnya.

Di tengah-tengah situasi yang menuntut reaksi ekstra dari Inter (55 poin) tersebut, AC Milan (51) dan AS Roma (50) siap makin memberi tekanan meski hasil apa pun tidak akan menggoyang La Beneamata dari puncak klasemen.

Baik Rossoneri mau pun Il Lupi sama-sama sedang berada dalam tren positif. Milan seperti tengah mendapatkan performa apik mereka di periode awal tahun lagi. Anak asuh Leonardo tersebut membukukan tiga kemenangan beruntun di Seri A, dan hasil yang terbaru adalah tiga angka hasil menang 2-1 dari Fiorentina pada dinihari tadi.

Sedangkan Roma sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Tim dari ibukota ini belum mau berhenti berlari dengan membukukan tujuh kemenangan beruntun di tujuh laga terakhir dan terakhir kali menelan kekalahan di ajang liga adalah pada akhir Oktober silam kala ditekuk Udinese.

Atalanta yang kini terjebak di posisi 19 dengan baru membukukan lima kali kemenangan dan menelan 14 kali kekalahan sepertinya juga tidak akan memberi kejutan berarti kala dijamu Milan. Apalagi catatan pertemuan tiga duel terakhir kedua tim di San Siro selalu berujung dengan kemenangan si empunya Stadion.

Sedangkan Roma perlu berkonsentrasi penuh kala melawat ke Napoli. Si tuan rumah tentu akan tampil ngotot untuk dapat merapatkan jarak ke empat besar setelah di empat laga terakhir harus puas dengan imbang tiga kali dan sekali kalah.

Namun Roma diuntungkan selain karena tren positif yang masih menyelimuti mereka, juga rekor pertemuan kedua tim yang malah menyudutkan Napoli. Dari empat laga terakhir duel keduanya di Stadio San Paolo, tuan rumah malah selalu takluk tanpa bisa membobol gawang Roma satu kali pun.

Selain pergerakan Inter, Milan dan Roma yang berada di tiga besar, juga menarik disimak hasil yang diraih Juventus yang sedang mengamankan tempatnya di urutan empat. Bianconeri akan menjamu Palermo dengan tanpa diperkuat kiper andalan, Gianluigi Buffon yang mengalami cedera.

Palermo yang hanya tertinggal satu angka dari Juve tentu menjadikan momen ini sebagai ajang untuk merebut posisi empat besar. Mereka tentunya ingin mengulangi hasil manis kemenangan 2-0 di Oktober silam.

Sementara itu di papan bawah Lazio masih berada dalam posisi rawan. Edoardo Reja yang didaulat menjadi pelatih anyar memang berhasil mempersembahkan kemenangan di laga debutnya melawan Parma. Namun di akhir pekan lalu Biancocelesti takluk dari Palermo.

Tiga angka dari Fiorentina menjadi agenda bagi Lazio agar dapat menjauh dari zona deragadasi. Mereka saat ini berada di posisi 15 dan cuma unggul dua angka dari Livorno yang menguni tempat teratas dari zona merah.

Pesta Lagi, Milan Denda Dinho

Milan – AC Milan menjatuhkan denda kepada Ronaldinho. Sanksi tersebut diberikan kepada Dinho setelah dia kedapatan berpesta beberapa hari sebelum laga Derby della Madonnina.

Milan bukan hanya kalah dalam pertandingan melawan Inter. Peluang mereka untuk mengejar Scudetto pun semakin menipis setelah Inter memastikan unggul sembilan poin di puncak klasemen Seri A.

Pada laga tersebut penampilan Dinho memang tidak begitu baik. Ia rupanya tidak fit karena beberapa hari sebelumnya menghabiskan waktu dengan berpesta pora setelah menyewa kamar di hotel mewah.

Pemain berusia 29 tahun ini tampaknya sulit untuk menghilangkan kebiasannya buruknya tersebut. Itu merupakan kelima kalinya Ronaldinho tertangkap berpesta pora selama musim ini.

“Saya tidak ingin berkomentar akan kabar tersebut. Pada akhir hari itu kami berurusan di dalam rumah antara klub dan juga pemain,” ungkap Wakil Presiden Milan Adriano Galliani.

Pihak Milan akhirnya memberikan sanksi denda kepada pemain Dinho tapi tidak diungkapkan jumlahnya pastinya. Namun seperti dilansir Football Italia, uang denda tersebut disumbangkan untuk Yayasan Milan.

‘Juve Kelelahan & Ketakutan’

Turin – Bermain di hadapan pendukung sendiri, Juventus hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Lazio. Sudah demikian, mereka pun dinilai sang lawan bermain dengan rasa takut.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (1/2/2010) dinihari WIB, tersebut, Juve tampil dengan pelatih baru, Alberto Zaccheroni. Namun, pergantian tongkat kepelatihan dari Ciro Ferrara kepadanya belum banyak membuahkan hasil.

Gol pun bukan tercipta dari sebuah open-play, melainkan dari titik putih. Sudah demikian, diprotes pula. Kubu Lazio beranggapan bahwa penalti tersebut tak seharusnya ada lantaran Alessandro Del Piero hanya terkena kontak badan yang sangat minim dari Modibo Diakite.

“Mari langsung ke permasalahannya, seharusnya penalti itu tak ada,” ujar manajer Lazio, Davide Ballardini, seperti dilansir Football Italia.

“Anda bisa melihatnya dengan mudah bahwa itu tak bisa berbuah penalti. Del Piero sudah mencari kontak sebelumnya dan kini tak ada kontak sama sekali,” lanjutnya.

Pada akhirnya Biancocelesti berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Stefano Mauri. Kedudukan 1-1 itu pun bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Pada akhirnya Ballardini menyebut bahwa timnya bisa saja meraih kemenangan dalam laga tersebut. Bukan apa-apa, ia menilai permainan ‘Si Nyonya Tua’ menjelang akhir permainan tampak ketakutan dan kelelahan.

“Kami bahkan mencoba untuk meraih kemenangan. Pasalnya, menjelang akhir laga Juve tampak kelelahan dan sedikit ketakutan,” tandasnya.
-sumber: detik sport

Jelang Parma vs Inter
‘Parma Bisa Lebih Sulit dari Milan & Juve’

Milan – Sepasang kemenangan atas dua rival utamanya tak bikin Inter Milan menyepelekan Parma. Allenatore Inter Jose Mourinho justru menyebut laga nanti bisa jadi lebih sulit dari dua sebelumnya.

Akhir pekan lalu Inter meraih kemenangan 2-0 atas AC Milan, pesaing terdekatnya di Seri A saat ini. Kemenangan itu bikin Inter kini memuncaki klasemen dengan keunggulan sembilan angka dari Milan.

Beberapa hari setelahnya, giliran Juventus yang dibekuk Inter. Nerazzuri menang 2-1 sekaligus menyingkirkan Bianconeri dari Coppa Italia, hasil yang lantas membuat pelatih Ciro Ferrara dipecat ‘Nyonya Tua’.

Pada hari Minggu (31/1/2010) giliran Parma yang akan dihadapi. Dengan dua hasil sebelumnya, Inter jelas dijagokan kendati Mourinho tak mau terlampau percaya diri.

“Kami sadar bahwa laga lawan Parma akan sulit, mungkin lebih sulit ketimbang lawan Milan atau Juve,” nilai Mourinho di Football Italia.

Pria asal Portugal tersebut mengaku bahwa sisi psikologis timnya memang sedang tinggi-tingginya. Namun, tensi tinggi di dua laga sebelumnya boleh jadi cukup berdampak kepada para pemain Inter.

“Tim tidak berubah, tapi saat Anda menang maka pemain akan senang dan menanti tantangan selanjutnya dengan perasaan positif.”

“Tetapi kedua laga sebelum ini sangat menguras fisik dan mental ketika kami menang di akhir-akhir, sehingga sepertiga pekan terakhir selalu jadi sulit,” analisa Mourinho.

Parma sendiri saat ini berkutat di posisi 12, terpaut 20 poin dari Inter. Pada pertemuan pertama musim ini, Inter menang 2-0 atas Parma.

“Parma layak dapat rasa hormat karena mereka sudah membuat kami sulit di San Siro pada awal musim jadi saya pikir mereka bisa saja melakukan hal serupa di markas mereka kali ini.”

“Mereka adalah salah satu tim yang bikin terobosan di Seri A, memadukan pemain muda dengan pengalaman dan punya pelatih berkualitas. Francesco Guidolin cerdas, dia beradaptasi dengan lawan dan bisa mengubah pendekatannya,” tandas Mourinho.
sumber:detik sport

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.