Indonesia


Usai Bikin Hat-trick, Saktiawan Terkapar

Kemenangan Persik atas Persela Lamongan dengan skor 3-2 harus dibayar mahal. Saktiawan Sinaga sebagai pemborong tiga gol, mendadak terkapar dan harus dilarikan ke ruang medis Stadion Brawijaya.

Peristiwa tersebut tepatnya terjadi pada menit ke 86 atau 2 menit setelah Saktigol, sapaan akrab Saktiawan Sinaga menciptakan gol ketiganya. Bermula dari keinginan mengambil minum di tepi lapangan, mendadak dia jatuh dan tak sadarkan diri hingga harus mendapatkan penanganan oleh tim medis. Dengan dibantu tandu dan tambahan oksigen, Saktigol dibawa ke ruang medis untuk mendapatkan perawatan.

“Diagnosa awal sakit mag-nya kambuh sehingga kesulitan bernafas. Tapi sejauh ini sudah sadar dan sedang kami rawat di ruang medis,” ungkap dokter tim Persik dr.Fauzan Adhima, saat dikonfirmasi detiksport melalui telepon selulernya, Rabu (24/2/2010).

Ditanya mengenai kondisi Saktigol lebih jauh, Fauzan mengaku belum bisa menjawab secara rinci. Meski demikian, perkiraan awal sakit itu merupakan kambuhan dan tidak berbahaya. “Sementara sepertinya tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Kondisinya sudah mulai membaik dan akan segera kami rawat di mess pemain saja,” imbuhnya.

Terpisah pelatih Persik Agus Yuwono mengaku sangat terpukul atas sakit yang diderita Saktigol. Menurutnya, tenaga mantan pemain PSMS Medan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga tren positif timnya yang mulai terbangun.

“Sejak sebelum pertandingan melawan Persib dia sebenarnya sudah sakit, dan tadi dia turun sebenarnya juga paksaan darinya sendiri. Saya berharap tadi itu tidak parah dan bisa secepatnya sembuh,” ujar Agus.

Untuk peluang Saktigol bisa dimainkan dalam laga selanjutnya, diakui oleh Agus sangat terbuka. “Dari pertandingan sore ini, kami akan mendapatkan jeda selama dua mingguan. Semoga saja itu bisa mencukupi untuk recovery-nya, sehingga bisa dimainkan di pertandingan mendatang,” pungkasnya.

Dalam pertandingan antara Persik vs Persela, Saktiawan mencetak tiga gol, masing-masing pada menit ke 64, 67 dan 84. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 3-2, dimana dua gol balasan Persela dilesakkan oleh Franco Hitta pada menit ke 33 dan Samsul Arif menit ke-69.

Danurwindo Beralasan Skuadnya Kelelahan

Pelatih Persebaya Surabaya Danurwindo tidak puas dengan hasil imbang dengan Persijap Jepara. Menurutnya, hasil tersebut disebabkan karena pendeknya masa istirahat yang didapat timnya.

“Ini merupakan akumulasi 5 kali pertandingan. Bahkan kita lawan Arema cuma beda dua hari atau karena tingkat kelelahan pemain,” katanya kepada wartawan usai pertandingan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Kamis (24/2/2010).

Meski alasannya karena faktor kelelahan namun Danur mengaku hasil imbang yang diraih timnya membuatnya tidak puas. Ia juga mengakui juga tidak jalannya kerjasama tim dan permainan cepat seperti saat lawan Arema tidak berjalan.

Danurwindo Beralasan Skuadnya Kelelahan
Lain halnya dengan tim lawan yang mengaku sangat puas meski awalnya ketakutan jika tuan rumah bermain agresif saat melawan Arema. Hal itu memaksa Junaidi, pelatih Persijap menerapkan strategi bermain pelan dan berhasil diikuti Persebaya.

“Kita awalnya sangat takut jika Persebaya bermain agresif seperti saat lawan Arema. Kalau seperti itu kita pasti kalah. Beruntung taktik kita berhasil diikuti tuan rumah sehingga anak-anak bisa enjoy dalam bermain,” imbuhnya.

Persela Lamongan Kambing Hitamkan Wasit

Tradisi pengkambinghitaman wasit dalam pertandingan terjadi di laga antara Persik Kediri vs Persela Lamongan. Laskar Joko Tingkir merasa tak semestinya kalah dari Tim Macan Putih, seandainya wasit Jimmy Napitupulu bisa memimpin dengan baik.

Protes atas kepemimpinan wasit disampaikan Persela dalam jumpa pers di Press Room Stadion Brawijaya, Rabu (24/2/2010). Mereka menilai, gol kedua Persik yang diciptakan Saktiawan Sinaga tidak semestinya disahkan, karena telah terjadi offsite sebelumnya.

“Tidak perlu saya jelaskan disini, karena semua juga sudah tahu berapa kilo tadi sebenarnya offside. Kalau hakim garis jeli, tidak seharusnya gol itu disahkan,” ungkap Assisten Manajer Persela Mudjib.

Satu hal lain yang mendasari protes atas kepemimpinan wasit adalah diberikannya kartu merah kepada Fabiano Beltrame pada menit ke 88. Hal ini tak lepas dengan anggapan, pelanggaran tersebut seharusnya hanya dihukum dengan kartu kuning.

“Minimal peringatan dulu lah, jangan langsung kartu merah seperti itu. Jelas kami keberatan, karena akibat kartu merah itu dia (Fabiano) pasti absen dalam pertandingan kedepan,” imbuh Mudjib.

Mudjib juga mengungkapkan, kebiasaan kepemimpinan wasit buruk itulah yang dianggapnya sebagai salah satu penyebab jebloknya prestasi Tim Nasional Indonesia. Menurutnya, kebiasaan pemain di perlakukan tidak fair dalam sebuah kompetisi bisa terbawa saat yang bersangkutan bermain untuk timnas.

Meski melayangkan protes, Mudjib mengaku tidak akan membawanya ke Komisi Disiplin PSSI atau Komisi Wasit. “Percuma saja saya protes ke sana, karena hasilnya pasti juga sudah bisa ditebak. Saya mungkin hanya bisa berharap, semoga kondisi ini secepatnya diperbaiki,” tegasnya.

Meski tidak secara gamblang, pernyataan serupa juga diungkapkan pelatih Persela Widodo Cahyono Putro. Menurutnya pertandingan sepak bola adalah sesuatu yang tidak bisa ditebak, termasuk mengenai kepemimpinan wasit.

“Tidak hanya itu, tapi segala sesuatu dalam sepak bola memang tidak bisa ditebak dan diterka. Siapa juga yang bisa menyangka kami unggul dulu tapi akhirnya kalah, dan pemain pengganti seperti Saktiawan Sinaga ternyata bisa mencetak tiga gol,” papar Widodo.

Di tempat terpisah pelatih Persik Agus Yuwono mengungkapkan pernyataan yang berbeda. Dia mengaku kepemimpinan wasit Jimmy Napitupulu baik dan merasakan kebahagiaan yang sangat besar atas kemenangan yang diraih tim asuhannya.

Untuk kunci keberhasilannya mengantarkan Persik meraih kemenangan perdana sejak 9 pertandingan terakhir dengan kekalahan, diakui tak lepas atas kerja keras pemain yang dianggap tak kenal lelah.

“Yang jelas saya harus berterima kasih sekali kepada para pemain. Mereka menunjukkan permainan yang luar biasa, tanpa lelah dan selalu ngotot di sepanjang pertandingan,” ujar mantan asisten pelatih Persela tersebut.

Pertandingan Persik vs Persela digelar di Stadion Brawijaya dengan hasil akhir 3-2 untuk keunggulan tuan rumah. Tiga gol Persik diborong Saktiawan Sinaga, sementara gol balasan tim tamu diciptakan oleh Franco Hitta dan Samsul Arif.

Persebaya Berhentikan Danurwindo

Berakhir sudah masa tugas Danurwindo sebagai pelatih kepala Persebaya setelah klub berjuluk Bajul Ijo itu memberhentikannya. Belum diketahui siapa pengganti Danur.

Dari informasi yang didapatkan detiksport, Danurwindo tidak lagi menangani Persebaya per Kamis (25/2/2010).

Meski begitu Persebaya masih menggunakan tenaga Danur. Pria yang pernah membesut timnas Indonesia itu selanjutnya akan menjadi direktur teknik.

Belum diketahui siapa arsitek baru dari tim yang bermarkas di Stadion Tambaksari itu. Ada pun nama yang dihubung-hubungkan bakal membesut Andi Odang dkk. adalah Rudy Keltjes atau pun Freddy Muli.

Pencopotan Danurwindo ini berlangsung sehari setelah Bonek mendesak manajemen Persebaya untuk mengganti pria kelahiran 15 Mei 1951 itu.

Wasit Indonesia perlu bantuankah anda sekalian?

sebagai seorang pecinta sepak bola saya merasa prihatin sekali dengan kejadian pada pertandingan antara Persebaya Vs Arema, minggu, 21 Februari 2010 di Stadion Kanjuruhan Malang. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Arema dengan skor akhir 1:0.
Adalah Olehadi, wasit yang memimpin jalannya pertandingan kali ini. beberapa kali memang keputusannya terkesan selalu menguntungkan pihak tuan rumah. Dan puncaknya ketika wasit menunjuk titik putih karena menganggap pemain belakang Anderson Dasilva melanggar salah satu pemain Arema. Selesai! Persebaya pun kalah. karena memang keputusan ini diambil menjelang akhir pertandingan babak kedua.
Padahal ketika saya melihat di layar televisi, sama sekali tidak terjadi pelanggaran terhadap pemain Arema, ini murni Diving. Tapi entah mengapa Olehadi dengan tegas dan tanpa bertanya pada hakim garis sebagai asistennya sebelum memutuskan apakah ini pelanggaran ataukah hanya ulah pemain arema yang menginginkan terjadinya hukuman terhadap persebaya. Sebagaimana kita tahu bahwasanya pada laga tandang, Arema kalah melawan persebaya. Tentu ini sudah menjadi hasrat bawah sadar pemain Arema untuk membalas kekalahannya.
Hal semacam ini seharusnya sudah disadari oleh wasit yang memimpin pertandingan ini.
Pihak PSSI seharusnya mengupayakan teknologi untuk membantu para wasit supaya kinerja mereka lebih baik.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.